BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

5.29.2009

PANGERAN KATAK

Di Bali hiduplah pangeran bernama Putu Oka. Suatu hari, Pangeran kena kutuk menjadi katak. Ia akan kembali menjadi pangeran jika ada putri yang menyayanginya.

Pangeran katak pun berkelana mencari putrid itu.

Setelah berjalan berhari- hari, pangeran tiba di suatu daerah.

Di daerah itu, tinggal putrid yang sangat cantik.

Putrid itu bernama putu ayu.

Putrid Putu Ayu sangat sombong.

Ia tidak mau berteman pada pangeran katak yang jelek.

Pangeran Katak sedih.

Lalu, Ia pergi jauh.

Sejak itu, Putri Putu Ayu menyesali perbuatannya.

Setiap malam Putri Putu Ayu berdoa.

Ia ingin membuang sifat jeleknya.

Doanya dikabulkan Tuhan.

Putri berhasil menghilangkan kutukan.

Pangeran Katak pun bias menjadi manusia lagi.

By : Faizal Putera Syahid

KURIKULUM VITAE

Nama : TRI SUJARWANTO, S. Sos

TTL : Wonogiri, 20 Januari 1978

Alamat : Dukwatu Rt. 02/ Rw. IX, Kerjo kidul, Ngadirojo, wonogiri

Agama : Islam

No. Telp : 085213830054

Kewarganegaraan : WNI

Pendidikan : 1). SDN III Kerjo kidul

2).SMP N 2 Wonogiri

3).SMA PGRI I Wonogiri

4).Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Yogyakarta, Jurusan Komunikasi Jurnalistik.

Pengalaman kerja : PT. DUPONT INDONESIA

PT.ASA

Tenaga Survey/ Pendataan BPS Jakarta Utara.

Pengalaman Organisasi : - HMJ Jurnalistik UPN Yogyakarta

- UKM Jurnalistik UPN Yogyakarta

- ORSOSPOL

- LSM CODEI

- Fasilisator Pembangunan Desa

- Ketua BPD Desa.



TTD

TRI SUJARWANTO, S. Sos

KURIKULUM VITAE

Nama : TRI SUJARWANTO, S. Sos

TTL : Wonogiri, 20 Januari 1978

Alamat : Dukwatu Rt. 02/ Rw. IX, Kerjo kidul, Ngadirojo, wonogiri

Agama : Islam

No. Telp : 085213830054

Kewarganegaraan : WNI

Pendidikan : 1). SDN III Kerjo kidul

2).SMP N 2 Wonogiri

3).SMA PGRI I Wonogiri

4).Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Yogyakarta, Jurusan Komunikasi Jurnalistik.

Pengalaman kerja : PT. DUPONT INDONESIA

PT.ASA

Tenaga Survey/ Pendataan BPS Jakarta Utara.

Pengalaman Organisasi : - HMJ Jurnalistik UPN Yogyakarta

- UKM Jurnalistik UPN Yogyakarta

- ORSOSPOL

- LSM CODEI

- Fasilisator Pembangunan Desa

- Ketua BPD Desa.



TTD

TRI SUJARWANTO, S. Sos

ESTIMASI PENGHEMATAN LISTRIK AC

RUMAH SAKIT MEDIKA MULYA

WONOGIRI

1. AC SPLIT ½ PK = 17 Unit

Konsumsi Listrik AC ½ PK

Menggunakan R 22 = 2,2 Amp = 484 Watt

Menggunakan MC 22 = 1,65 Amp - = 363 Watt -

Penghematan = 0,55 Amp = 122 Watt

Rata – rata 1 hari nyala 6 jam

6 Jam x 121 Watt = 726 Watt hour

30 hari = 21.780 Watt hour

= 21,78 KWH x (Rp 600) = Rp. 13.068 / bulan

* AC Split ½ PK = 17 Unit x Rp. 13.068 = Rp. 222.156 / bulan

2. AC SPLIT ¾ PK = 3 Unit

Konsumsi Listrik AC ¾ PK

Menggunakan R 22 = 3,4 Amp = 748 Watt

Menggunakan MC 22 = 2,55 Amp - = 561 Watt -

Penghematan = 0,85 Amp = 187 Watt

Rata – rata 1 hari nyala 6 jam

6 Jam x 187 Watt = 1.122 Watt hour

30 hari = 33.660 Watt hour

= 33,66 KWH x (Rp 600) = Rp20.196 / bulan

* AC Split 3/4 PK =3 Unit x Rp. 20.196 = Rp. 60.588 / bulan

3. AC SPLIT 1 PK = 8 Unit

Konsumsi Listrik AC 1 PK

Menggunakan R 22 = 4,5 Amp = 990 Watt

Menggunakan MC 22 = 3,375 Amp - = 742,5 Watt -

Penghematan = 1,125 Amp = 247,5 Watt

Rata – rata 1 hari nyala 6 jam

6 Jam x 247,5 Watt = 1.485 Watt hour

30 hari = 44.550 Watt hour

= 44,55 KWH x (Rp 600) = Rp. 26.730 / bulan

* AC Split 1 PK = 8 Unit x Rp. 26.730 = Rp. 213.840 / bulan

4. AC SPLIT1 1 1/2 PK = 3 Unit

Konsumsi Listrik AC 1 ½ PK

Menggunakan R 22 = 6,6 Amp = 1.452 Watt

Menggunakan MC 22 = 4,95 Amp - = 1.089 Watt -

Penghematan = 1.65 Amp = 363 Watt

Rata – rata 1 hari nyala 6 jam

6 Jam x 363 Watt = 2.178 Watt hour

30 hari = 65.340 Watt hour

= 65,34 KWH x (Rp 600) = Rp. 39.204 / bulan

* AC Split 1½ PK = 3 Unit x Rp. 39.204 = Rp. 117.612 / bulan

2. AC SPLIT 2 PK = 2 Unit

Konsumsi Listrik AC 2 PK

Menggunakan R 22 = 8,8 Amp = 1.936 Watt

Menggunakan MC 22 = 6,6 Amp - = 1.452 Watt -

Penghematan = 2,2 Amp = 484 Watt

Rata – rata 1 hari nyala 6 jam

6 Jam x 484 Watt = 2.904 Watt hour

30 hari = 87.120 Watt hour

= 87,12 KWH x (Rp 600) = Rp. 52.272 / bulan

* AC Split 2 PK = 2 Unit x Rp. 13.068 = Rp. 104.544 / bulan

TOTAL PENGHEMATAN:

→AC ½ PK = Rp 222.156

→AC 3/4 PK = Rp 60.588

→AC 1 PK = Rp 213.840

→AC 1 ½ PK = Rp 117.612

→AC 2 PK = Rp 104.544

GRAND TOTAL = Rp 718.740/ Bulan

ANUGRAH SEJATI TEKNIK

JOGYA OFFICE

SUNARDI WIJAYA

Branch Executive Officer

085694953677 / Flexi 0274 7438960

CC: Ir. Jc. Singgih Wibawanto

Cinderella

Once upon a time there was a girl named Cinderella. She lived with her bad step-mother and two step-sisters

One day, the king invited all the ladies in the kingdom to go to a ball in the palace. He wanted to find the Crown Prince a wife.

The step-sisters went the ball that night with their mother. Cinderella was left alone. She cried because she actually wanted to go the ball, too.

Just then a fairy godmother cme. With her magic wand, she gave Cinderella a coach, two horses and footmen. She told Cinderella to come home before midnight.

At the ball, Cinderella danced all night with the Prince. The prince fell in love with her. At midnight, Cinderella ran home. She did not have time to put it back on. The Prince was sd as he could not find Cinderella again that night.

The next day, the Prince and his men brought along the glass slipper.

After searching for a long time, finally, they came to Cinderella’s house. The slipper fit her. The Prince was very happy to find Cinderella again. They got married and lived happily ever after.

D. Konseling Individu

Konseling individu dilaksanakan dengan memanfaatkan ruang baca perpustakaan. Konselor menggunakan tempat tersebut mengingat tidak ada ruang khusus konseling di ruang BK. Konseli dengan proses konseling dalam beberapa kali pertemuan

· Nama konseli adalah Nikita

· Hari dan tanggal pelaksanaan yaitu kamis, 7 agustus 2008

· Latar belakang masalah konseli

Konseli berasal dari keluarga yang kurang mampu. Dia tinggal bersama ayah tiri dan ibu kandungnya. Ayah kandungnya sudah bercerai dengan ibunya sejak dia SD. Sejak dia memiliki Ayah tiri dia menjadi orang yang pemalu dan minder. Dia menganggap bahwa apa yang terjadi dalam dirinya tersebut karena dia memiliki ayah tiri sehingga dia menjadi pribadi yang tertutup.

· Pendekatan Teori Konseling

Dalam proses konseling individu ini, konselor menggunakan pendekatan RET. Alasan konselor menggunakan pendekatan ini karena melihat anggapankonseli yang menyalahkan ayah tirinya sebagai penyebab munculnya gejala perilaku yang salah pada diri konseli. Hal tersebut menurut konselor tidak logis.

· Diagnosis

Konseli kurang bisa memahami dirinya sendiri serta kurang bisa menempatkan diri dalam pergaulannya, jadi sikapnya yang pemalu dan minder bukan semata-mata karena ayah tirinya.

· Prognosis

Konseli harus bisa mencoba untuk belajar menerima keadaan dirinya apa adanya. Konseli juga harus mampu mencoba untuk menghilangkan rasa malu dan mindernya sedikit demi sedikit dengan cara misalnya belajar tampil di depan kelas ikut berorganisasi dan kegiatan lainya. Dengan kegiatan-kegiatan tersebut dihadapan konseli akan lebih mudah mengenal lingkungannya sehingga dia bisa berinteraksi dengan mudah tanpa harus malu ataupun minder.

· Diskripsi Pelaksanaan Konseling

Pada awalnya konseli mengalami keraguan untuk mengungkapkan apa yang dialaminya pada konselor. Dengan kondisi konseli yang masih ragu tersebut, konselor berusaha untuk meyakinkan konseli bahwa konselor akan bersedia dengan terbuka memahami apa yang dialami oleh konseli serta menjaga kerahasiaannya. Dalam proses konseling ini konselor tetap berpedoman pada tanggung jawab dalam menerima permasalahan konseli dan tetap memegang asas kerahasiaan.

Ketika konseli sudah merasa yakin bahwa konselor siap menerima konseli dengan apa adanya, konselor akan menjaga kerahasiannya, konseli mulai mengungkapkan permasalahannya.

“Seandainya saya menceritakan semua yang saya hadapi. Apakah bapak bisa menyimpan apa yang saya ceritakan ? karena saya tidak ingin Pak semua teman-teman saya mengetahui tentang diri saya”

Dengan menatap mata konseli, konselor meyakinkan konseli. Posisi duduk konselor berhadapan dengan konseli.

“Saya menjamin bahwa teman-teman kamu tidak akan tahu tentang apa yang kamu ceritakan ini. Percayalah pada saya”

Konselor selalu berusaha mendengarkan dan memahami setiap tahap apa yang diungkapkan oleh konseli. Konseli sering mengungkapkan bahwa dirinya yang menjadi orang pemalu, orang yang minder dan kurang bisa bergaul karena ayah tirinya.

“Saya tidak akan menjadi seperti ini Pak, seandainya Ayah kandung saya masih ada. Dia bisa mendidik saya karena dia saying dengan saya. Saya ingin teman-teman saya bisa bergaul dengan saya, tetapi mereka sepertinya menjauhi saya. Saya sering minder bergaul dengan mereka. Semua itu karena saya memiliki ayah tiri.”

Konselor memberikan pengertian bahwa anggapan konseli tersebut tidak sepenuhnya benar. Konselor memberikan pengarahan agar konseli tidak menyalahkan Ayah tirinya sebagai penyebab munculnya masalah pada diri konseli, konselor menunjukkan kepada konseli bahwa menyalahkan diri sendiri maupun menyalahkan orang lain adalah sesuatu yang tidak rasional dan itu perlu dihindari. Konselor menunjukkan bahwa yang dialami konseli tersebut karena konseli yang jarang bergaul dengan terbuka dan apa adanya , konseli kurang bisa menempatkan diri dimana dirinya berada sehingga lingkungan bergaulnya kurang menerima dirinya. Jadi bukan semata-mata karena dia memiliki ayah tiri.

Konselor mangarahkan agar konseli belajar untuk tampil di depan kelas untuk sedikit demi sedikit menghilangkan rasa malu dan mindernya, konseli juga harus bisa menerima dengan apa adanya Ayah tirinya karena walau bagaimanapun Ayah tirinya sudah membantu meringankan beban ibunya dengan membantu mencari nafkah untuk keluarga. Konseli harus bisa menjaukan rasa benci dan prasangka buruk dirinya terhadap ayah tirinya karena itu hanya akan menimbulkan gangguan terhadap kepribadiannya.

Setelah mendengarkan saran serta arahan dari konselor, konseli memutuskan akan mulai mengubah sikap perilakunya agar tidak merasa minder dan malu, konseli juga akan berusaha untuk menerima Ayah tirinya dengan apa adanya.

“Saya yakin dan percaya bahwa bahwa kamu dapat membuat keputusan yang terbaik untuk keadaan kamu yang lebih baik”

“Terima kasih Pak. Saya akan selalu berusaha untuk mengubah sikap dan pandangan berpikir saya “

Sesudah konseli menentukan keputusan proses konseling ini dihentikan. Selanjutnya konseli di dalam pengawasan konselor sekolah.

C. Konseling Kelompok

Konseling ini dilaksanakan di ruang baca perpustakaan karena terbatasnya ruangan di ruang BK. Konseling ini dilaksanakan dengan beberapa konseling dengan permasalahan yang sama. Untuk mempermudah pengaturan waktu pelaksanaan maka konseling yang diikut sertakan adalah konseling yang berasal dari satu kelas dengan permasalahan yang sama. Konseling ini dilaksanakan dengan lima konseling yaitu:

1. fadilah

2. Ika

3. Watik

4. ida

5. Vita

· Latar belakang masalah konseli

Dari kelima konseli mereka memiliki latar belakang permasalahan yang hampir sama. Konseli tidak memiliki buku pegangan pada mata pelajaran tertentu yang mereka anggap sulit. Mereka pada umumnya mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran. Seperti misalnya pada pelajaran matematika konseli merasa kesulitan dan beberapa mata pelajaran yang lain mereka kurang bias mengikuti.

· Pendekatan teori konseling

Pada konseling kelompok ini, konselor menggunakan pendekatan CCT. Alasan konselor menggunakan pendekatan ini agar konseli mengungkapkan segala keluh kesahnya secara bebas sesuai dengan keinginan konseli.

· Diagnososis

Konseli mengalami kesulitan belajar. Selain karena kurang lengkapnya buku pegangan, mereka juga tidak konsentrasi dalam mengikuti pelajaran.

· Prognosis

Konseli diharapkan bisa melengkapi sumber buku pelajaran sebagai penunjang proses belajar mereka. Konseli juga harus rajin berlatih dan mencoba mata pelajaran yang bersifat menghitung seperti matematika maupun akuntasi.

· Diskripsi pelaksanaan

Konseling ini diawali penjelasan konselor mengenai jalannya proses konseling yang akan dilakukan. Posisi duduk adalah setengah lingkaran dengan menghadap konselor di depannya. Proses konseling kelompok ini menggunakan pendekatan CCT.

“ Baiklah, konseli yang saya hormati, pada konseling kita kali ini saya hanya sebagai fasilitator saja. Untuk selanjutnya mengenai pemecahan masalah semuanya bisa saling memberikan masukan sebagai alternative jalan keluar yang terbaik untuk kalian semua. Sekarang silahkan siapa yang akan mengungkapkan permasalahannya terlebh dahulu?”

Setelah konselor megawali konseling, selanjutnya konseli mengungkapkan permasalahan masing-masing. Masing-masing konseli secara berurutan mengungkapkan masalahnya konselor tidak langsung memberikan tanggapan tetapi menunggu sampai semua konseli selesai mengungkapkan permasalahannya. Konselor tetap aktif mendengarkan dan memahami apa yang disampaikan oleh konseli. Setelah selesai mendengarkan apa yang disampaikan konseli, konselor menyampaikan kembali apa yang sudah diungkapkan konseli secara ringkas.

“ Saya sudah mendengar dan memahami apa yang anda sampaikan. Poin-poin penting yang anda kemukakan pada dasarnya adalah Anda semua mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran. Dengan beberapa penyebab antara lain buku yang tidak lengkap, kurang konsentrasi di kelas bahkan tidak suka dengan pelajarannya. Sekarang masalah siapa yang terlebih dahulu akan dibahas?

Ketika konselor selesai meringkas apa yang telah diungkapkan oleh semua konseli, selanjutnya secara bergantian menyampaikan saran masukan dari permasalahan yang mereka hadapi sebagai jalan keluar. Konseli pun menyadari bahwa cara belajar merekapun harus diperbaiki. Untuk mempermudah mereka memahami pelajaran. Disini tidak semua permasalahan dibahas karena dari beberapa konseli pada dasarnya memiliki kesamaan permasalahan.

Dalam konseling ini konselor memberikan kesempatan dan kebebasan kepada konseli untuk mengungkapkan perasaannya. Konselor menghormati setiap apa yang disampaikan oleh konseli. Karena hanya sebagai fasilisator maka konselor disini tidak mendominasi proses konseling. Semua keputusan dan jalan keluar dari permasalahan yang ada muncul dari konseli itu sendiri. Konselipun sangat antusias dan merasa terbuka dalam proses konseling ini. Hal tersebut dapat dilihat dari cara mereka yang mengungkapkan masalah dengan apa adanya, kemudian mereka saling memberikan tanggapan sesuai dengan apa yang mereka hadapi.

Pada akhir konseling, konselor menyampaikan kembali kesimpulan dari jalan keluar permasalahan mereka. Secara ringkas konselor menyampaikan poin-poin penting yang harus konseli lakukan sebagai wujud dari perubahan yang terjadi setelah konseli mengadakan konseling. Setelah selesai , konseli membuat kesepakatan bersama bahwa mereka akan mengadakan konseling selanjutkannya.Tetapi karena konselor praktikan mengalami keterbatasan waktu maka konseli tersebut selanjutnya di bawah pengawasan konselor sekolah.

5.28.2009

BAHASA INDONESIA

KARYA ILMIAH

PENGARUH MUSIK MODERN

Disusun oleh :


BAB I

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Untuk mencari pembanding minat remaja tentang kesenian modern dan tradisional dan mencari lebih banyak mana remaja yang suka kesenian tradisional atau kesenian modern.

1.2 Tujuan Penelitian

Penelitian bertujuan untuk (1.2.1) mengetahui minat remaja terhadap kesenian tradisional dan modern (1.2.2) mengetahui lebih banyak mana remaja yang menyukai musik tradisional apa musik modern.

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Hakikat Kesenian Tradisional

Kesenian tradisional adalah kesenian rakyat yang berasal dari kehidupan masa lalu. . Kesenian tersebut dikelompokan ke dalam bentuk- bentuk pementasan dengan teknik-teknik tertentu dan dengan karateristik tertentu.

2.1.1 Karawitan

Karawitan adalah seni musik tradisional yang menggunakan alat yang dinamakan gamelan.

2.1.2 Campursari

Musik tradisional yang berkolaborasi dengan musik modern.

2.2 Hakikat Kesenian Modern

Musik modern adalah musik yang muncul setelah akhir masa musik klasik sampai masa sekarang.

2.2.1 Pop

Pop adalah kesenian modern yang menggunakan alat seperti gitar, drum, bass gitar dan lain dan disukai anak-anak muda sekarang.

2.2.2 Rock

Rock adalah kesenian modern yang seperti musik pop tetapi alirannya keras dan disenangi anak muda juga. Musik ini sebenarnya berasal dari luar negeri.

2.3 Kelompok Masyarakat Kesenian Tradisional dan Modern

Masyarakat dapat dikelompokan sebagai berikut :

2.3.1 Kelompok Pendukung

2.3.2 Kelompok Bukan Pendukung

2.3.3 kelompok acuh tak acuh

BAB III

PROSES PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan dengan cara menybarkan angket kepada remaja di Wonogiri. Pengisian angket dilakukan melalui wawancara.

Responden yang terpilih adalah responden yang memenuhi syarat antara lain : tinggal di Wonogiri, Pelajar SMP/ SMA atau telah berumur 13-19 tahun dan mengerti jenis kesenian tersebut.

Pemilihan responden dilakukan secara acak dan tanpa pembatasan jumlah. Meskipun demikian penyebarannya tetap merata meliputi berbagai lapisan remaja yaitu pelajar SMP negeri dan swasta, pelajar SMA negeri dan swasta, pelajar SMK negeri dan swasta, remaja putus sekolah dan anggota karang taruna.

3.1. Lokasi Penelitian

Pengambilan lokasi responden dilakukan secara acak meliputi kecamatan Selogiri, Wonogiri.

3.2. Cara Pengambilan Data

Dilakukan melalui beberapa cara yaitu angket, wawancara dan observasi.

3.3 Cara menganalisa Data

Analisa data dilakukan dengan cara mengelompokkan responden ke dalam tiga kelompok yaitu kelompok pendukung, bukan pendukung dan acuh tak acuh. Pengelompokkan tersebut diperoleh dari hasil pertanyaan angket yang diantaranya terdapat pertanyaan yang tertutup dari hasil yang didapatkan diadakan pengelompokkan untuk setiap jenis kesenian tradisional. Kegiatan ini berguna untuk menentukan kelompok terbanyak. Untuk mengambil kesimpulan terutama minat remaja di Wonogiriterhadap kesenian tradisiona dan mdern dapat dilihat dari analisis data jika kelompok pendukung lebih banyak daripada kedua kelompok yang lain maka minat remaja tersebut terhadap kesenian yang dimaksud dapat dikatakan besar sebaliknya jika kedua kelompok lain itu yang lebih besar maka dapat disimpulkan bahwa minat remaja terhadap kesenian tersebut kurang dapat dikatakan mereka tidak berminat.

Bab IV

Observasi

4.1. Hasil Observasi

Responden: penonton remaja yang hadir menonton pertunjukan observasi/ pengamatan dilakukan pada saat pertunjukan karawitan, campursari, pop, rock berlangsung, tujuan pengamatan (4.1.1) mengitung presentasi remaja yang suka musik modern dan tradisional (4.1.1) mengamati jalannya pertunjukan adapun hasil pengamatan tersebut adalag sebagai berikut:

No

Jenis kegiatan

Tempat

Jumlah penonton

Jumlah penonton Remaja

Presentasi

%

1

Karawitan

Wonokarto

50

10

10

2

Campursari

Pule

400

15

5

3

Pop

Pule

500

125

25

4

Rock

Selogiri

400

200

50

4.1.3 Jumlah Penonton

Jumlah penonton setiap pertunjukan tidak selalu sama hal yang mempengaruhinya adalah lokasi, lamanya pertunjukan ke judul cerita. Adapun hasil yang didapatkan dari angket tentang kesenian yang disukai adalah sebagai berikut kesenian yang disukai.

  1. Kesenian modern 70%
  2. Kesenian Tradisional 30%

4.2.1 Angket 1

Adalah angket yang pertanyaanya bersifat umum dan terbuka. Angket ditujukan untuk kesenian tradisional dibandingkan dengan kesenian modern.

4.2.2 Angket 2

Angket ini berisi pertanyaan yang bersifat tertutup. Angket ditujukan untuk mengetahui secara detail minat responden terhadap kesenian yang diteliti.

4.3. Hasil Wawancara

Berdasarkan hasil dari wawancara dengan 10 orang remaja diperoleh data sebagai berikut:

  1. Remaja menyukai kesenian tradisional
  2. Menyukai kesenian modern

Mereka tidak menyukai kesenian tradisional karena kuno dan hanya cocok untuk orang tua. Oeh karena itu mereka cenderung lebih suka kesenian modern.

4.4 Analisa Data

Pengelompokan penjawab dibagi menjadi 3 yaitu:

a. Kelompok pendukung

b. Kelompok bukan pendukung’

c. Kelompok acuh tak acuh

Kelompok manakah yang didukung oleh responden ? Berdasarkan data selanjutnya dapat dihitung kelompok masyarakat yang termasuk memilih.

A,B & C

1. Karawitan

Berdasarkan perhitungan diperoleh hasil opsi A memperoleh skor 3, obsi B memperoleh skor 4, dan opsi C memperoleh skor 3. Dengan demikian kelompok B

2. campursari

Berdasarkan perhitungan diperoleh hasil opsi A memperoleh skor 3, opsi B memperoleh 5 dan opsi C memperoleh skor 2

Hal ini berarti kelompok bukan pendukung B, lebih banyak disbanding opsi A dan C

3. Pop

Berdasar perhitungan di dapatkan hasil opsi A memperoleh skor 5 opsi B memperoleh 0 dan opsi C memperoleh skor 2. hal ini berarti kelompok pendukung lebih banyak daripada kelompok tidak pendukung dan acuh tak acuh.

4. Rock

Berdasarkan perhitungan didapatkan hasil opsi A memperoleh skor 10 opsi B : 0 dan opsi C : 0. Hal ini kelompok pendukung lebiih banyak bahkan semuanya mendukung..